Wednesday, April 24, 2013

Jangan Lagi Remehkan Ponsel China

Shenzen - Di Indonesia, ponsel buatan China seperti Huawei agaknya masih dipandang sebelah mata. Apalagi bila berbicara di segmen high end, mungkin masih banyak yang meragukan kemampuannya.

Soal stigma negatif ponsel besutan China ini di pasar lokal, diakui sendiri oleh Huawei. Mereka sadar selama ini, dianggap kurang didengar namanya di kancah pasar smartphone.

“Sebetulnya tidak hanya di Indonesia, hampir di seluruh dunia selalu berpikir yang sama mengenai ponsel dari China,” tukas Managing Director Huawei Device For Southern Pacifik region Leo Wang saat ditemui media asal Indonesia di Huawei Headquarter, Shenzhen, China.

Ini tentu saja menjadi tugas Huawei untuk melakukan kampanye dan branding. Agar nama ponsel mereka semakin akrab dan tidak kalah bagusnya dengan vendor besar seperti Samsung atau Apple.

Apalagi selama ini Huawei dikenal sebagai penyedia jaringan telekomunikasi besar. Sehingga tentu saja mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan dengan para kompetitornya.

“Kami harus memberikan kepercayaan bahwa kami mempunyai strategi bisnis yang bagus. Di mana kami akan mulai mengembangkan mulai dari chipset hingga display,” sebutnya.

Dari sisi peranti lunak pun demikian, Huawei melakukan pengembangan dalam memberikan antarmuka yang intuitif bagi konsumen. Dan dia menyebutnya sebagai best in class software.

Soal fokus bisnis pun Huawei tak melulu ingin bersaing di segmen di pasar papan atas. Karena mereka punya line up dari bawah hingga menengah ke atas yang dikelompok berdasarkan serinya. Mulai seri Y untuk kelas paling bawah, G series, P series dan D series yang paling tinggi kelasnya.

“Huawei tahun lalu berhasil menjual 32 juta smartphone. Target kami tahun ini bisa menjual 60 juta unit,” sebutnya.

Di Indonesia, untuk lebih mendekatkan diri Huawei dengan pengguna, vendor ini telah melakukan branding indoor di 5 kota besar yang dimulai dari Surabaya, Bandung, Jakarta, Semarang dan Medan.

Tahun ini, Huawei juga baru saja meluncurkan series Ascend P2 di Mobile World Congress 2013, di Barcelona. Menyusul phablet Ascend Mate dan Ascend D1.

“Paling baru kita akan umumkan di bulan Juni nanti. Bukan phablet tapi smartphone high end,” kata Leo memberikan sedikit bocoran.



Gara-gara Lihat Kartun Porno, Pria Ini Dipenjara 3 Bulan

Auckland - Seorang pria di Selandia Baru dijatuhi hukuman penjara 3 bulan. Gara-garanya, dia terbukti mengunduh dan menyaksikan kartun pornografi.

Pria bernama Ronald Clark itu ketahuan memiliki kartun berupa orang-orang kerdil dan peri sedang melakukan aktivitas mesum. Ia pun dinilai melihat pornografi anak, sesuatu yang sangat dilarang di Selandia Baru.

Hukum di Selandia Baru sangat ketat melarang hal-hal yang berbau pornografi. Setiap gambar atau video yang mengandung ekploitasi anak atau mereka yang di bawah umur adalah ilegal dan diancam hukuman sampai 10 tahun penjara.

Bahkan meski yang dimiliki Clark hanyalah kartun, tetap saja ia dianggap melarang hukum. Lembaga anti pornografi anak setempat, Child Alert, mendukung keputusan pengadilan.

"Gambar-gambar itu ilegal dan memicu orang untuk melakukannya di dunia nyata," kata Alan Bell, direktur Child Alert yang detikINET kutip dari DailyMail, Kamis (25/4/2013).

Berbagai negara memang menerapkan hukuman sangat keras bagi perilaku yang dianggap mengeksploitasi anak. Termasuk di Amerika Serikat di mana memiliki dan melihat pornografi anak juga diancam hukuman berat.



Bantu User, Google Pekerjakan Google Glass Adviser

Amerika Serikat - Kehadiran kacamata pintar disiapkan dengan sangat matang oleh Google, termasuk menghadirkan staf yang dinamakan Google Glass Adviser. Mereka bertugas membantu kesulitan user dalam penggunaan Google Glass.

Sebanyak 40 orang yang menjadi Google Glass Adviser, ditempatkan di lokasi-lokasi utama di Amerika Serikat antara lain San Francisco dan New York.

Beberapa orang lainnya, akan ditempatkan di toko retail Google yang nanti akan dibuka pada akhir tahun. Google mengelak upayanya ini disebut sebagai bagian dari strategi kehadirannya di retail.

Dikutip dari 9to5, Kamis (25/4/2013), Google lebih mengkhususkan para staf ini untuk menghilangkan 'ketakutan' pengguna bahwa jenis gadget baru ini sulit digunakan.

Seperti diketahui, Google mulai membagikan Google Glass kepada sejumlah pembeli terpilih. Ini menjadi tonggak sejarah bagi produk kacamata pintar tersebut.

Sebagai penjualan perdana, Google mengemas piranti berharga USD 1.500 itu dengan apik. Sebelumnya, Google juga sudah memperingatkan bahwa pengguna dilarang memindahtangankan perangkat ini.



Zynga Hadirkan Draw Something 2

Amerika Serikat - Zynga, menghentikan empat gamenya yakni The Ville, Empires and Allies, Dream Zoo dan Zynga City on Tencent. Tidak demikian dengan Draw Something, permainan tebak gambar ini dilanjutkan dan hadir versi terbarunya.

Eksekutif Zynga menyebutkan, sejumlah game terpaksa harus dimatikan sebagai upaya 'merampingkan' operasional. Seperti diketahui, penerbit social game tersebut akhir-akhir ini memang dirundung masalah finansial.

Untuk Draw Something, karena cukup populer dan dianggap masih menghasilkan keuntungan, dilanjutkan versi keduanya. Draw Something 2, sudah live Rabu malam (waktu Amerika Serikat).

Dikutip dari Cnet, Kamis (25/4/2013), Draw Something 2 kini menampilkan juga social feed, tempat pemain bisa mengomentari atau membubuhkan tanda 'Like' pada gambar. Di social feed, pemain juga bisa follow pemain lain.

Draw Something dengan cepat mencapai kepopuleran setelah diakuisisi Zynga. Dua minggu setelah dirilis, Draw Something berhasil menembus 10 juta download.

Draw Something memungkinkan pemain menggambar di perangkat layar sentuh. Mereka juga bisa menebak hasil kreasi gambar yang dibuat pemain lain. Game ini juga mendorong si pemain menantang teman Facebook dan Twitter untuk ikut bermain Draw Something.



Huawei: Jangan Takut Pakai Produk Kami

Shenzen - Akhir tahun lalu, perusahaan asal China Huawei dan ZTE diblokir di pasar Amerika Serikat atas saran komite intelijen setempat. Bahkan kasus ini sempat merembet ke India yang melarang Huawei mengikuti tender.

Simpang-siur kabar menyebutkan bahwa Huawei punya keterkaitan dengan militer China. Walau tidak bisa dibuktikan dalam laporan yang dikeluarkan bahwa Huawei memiliki ‘agenda tersembunyi’ dalam mematai-matai Negara yang menggunakan teknologi telekomunikasinya.

“Masalah cybersecurity sedang hangat akhir-akhir ini. Dituding di balik serangan itu adalah China. Tapi bisa saya tegaskan, kendati Huawei berasal dari China. Kami menjamin tidak terlibat dan tidak mendukung serangan cyber seperti itu,” tampik Vice President Internasional Media Relation Huawei Technologies Scott Sykes, saat menjawab pertanyaan detikINET.

Scott yang ditemui di Huawei Headquater bersama sejumlah media dari Indonesia menegaskan, perusahaanya sudah berada di 140 negara dan melayani sepertiga dari populasi dunia.

“Tapi tidak ada satupun dari klien kami yang komplain mengenai masalah ini. Jadi Huawei menjamin keamanan tiap Negara,” tukasnya.

Bila dirunut, kontribusi pemasukan Huawei justru 70% berasal dari luar China. Di mana mereka kuat di Eropa dan Asia Pasifik. Kawasan Amerika menyumbang 15%, dan dari total itu tak lebih dari 1% kontribusi dari Amerika Serikat.

“Huawei melihat ini adalah masalah kompetisi. Kita bisa pahami AS adalah negara besar, banyak uang dikeluarkan untuk membangun telekomunikasi. Mungkin mereka ingin melindungi perusahaan dalam negerinya,” sebut Scott.

Kendati saat ini Huawei terbentur masalah dan pemasukan di negeri Paman Sam belum terlalu tinggi, bukan berarti produsen ini menyerah dan meninggalkan AS begitu saja.

Mereka tentu saja berusaha untuk mengambil pangsa pasar AS. Karena bagaimanapun, AS adalah Negara besar dengan market yang prestis.

Di AS pun, Huawei sampai saat ini belum menutup pusat Research and Development yang ada di Santa Clara. Artinya, masih ada kemungkinan bagi Huawei untuk mengambil hati pasar AS.



Nokia Asha 210, Ponsel Murah untuk Penggila WhatsApp

Jakarta - Nokia memperkenalkan anggota baru di keluarga Asha. Yaitu seri Asha 210, ponsel yang dirancang memudahkan penggunanya menggunakan aplikasi messaging WhatsApp.

Asha 210 ini memiliki tombol terdedikasi untuk mengakses WhatsApp. Selain itu, juga memiliki keyboard fisik qwerty untuk memudahkan pengetikan.

Karena ditujukan untuk kelas bawah, maka spesifikasinya pun tidak istimewa. Seperti kamera 2 megapixel, koneksi data 2G dan Wi Fi. Serta layar 2,4 inch resolusi 320 x 240 pixel.

Seperti dikutip detikINET dari PCPro, Rabu (24/3/2013), Asha 210 akan tersedia dalam berbagai warna trendi. Juga terdapat model single dan dual SIM.

Harganya sekitar USD 72 atau di kisaran Rp 700 ribu. Direncanakan menyapa pasar berbagai negara sebelum Juni mendatang.



Tega! Kakek di India Jual Cucu Lewat Facebook

New Delhi - Teganya, seorang kakek di India menjual cucunya ke seorang pengusaha setempat. Bayi laki-laki yang baru lahir ini dijual seharga 45 ribu rupee atau setara Rp 8 juta melalui Facebook.

Pria bernama Feroz Khan (47) ini akhirnya dibekuk polisi setempat, Rabu (24/4), waktu setempat. Khan merupakan warga asli India yang tinggal di wilayah Ludhiana, Punjab sebelah utara.

Seperti dilansir The Express Tribune, Rabu (24/4/2013), kasus ini berawal ketika Khan merencanakan penculikan cucunya yang baru lahir awal bulan ini. Khan meminta bantuan dari dua pegawai tidak tetap di rumah sakit tempat putrinya melahirkan sang cucu.

Melalui dua pegawai tersebut, dirancanglah transaksi jual-beli bayi tersebut melalui situs jejaring sosial, Facebook. Dimana disepakati harga 45 ribu rupee untuk bayi yang baru lahir tersebut.

"Ketiga orang yang bersekongkol menjual anak ini telah ditangkap dan kami akan menginterogasi si pengusaha yang telah membayar uang untuk membeli bayi tersebut," ujar polisi senior setempat, Satish Malhotra.

Begitu para pelaku ditangkap, sang bayi langsung diselamatkan polisi dan kemudian dikembalikan kepada ibunya. Ibu sang bayi, Noori Khan melaporkan ayahnya itu ke polisi. Noori sudah bercerai dengan suaminya dan tidak disebutkan keberadaan suaminya.

Ketiga pelaku dijerat dengan pasal penculikan dan dijadwalkan akan segera diadili. Jika terbukti bersalah, ketiganya terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...