Jakarta - Pengguna BlackBerry tercatat masih mendominasi smartphone user yang bercokol di jaringan Telkomsel. Sementara Android dan iOS, ternyata masih jauh di belakang ponsel pabrikan Kanada tersebut.
Dari total 125 juta pelanggan Telkomsel hingga triwulan pertama 2013 ini, jumlah pelanggan yang tercatat murni menggunakan smartphone sejatinya hanya 18 juta dengan tambahan 500 ribu pengguna tablet, 700 ribu modem dongle.
BlackBerry tercatat masih mendominasi dengan angka 7,4 juta pelanggan. Sementara yang bertengger di posisi kedua justru bukan Android maupun iOS, melainkan smartphone Symbian dengan jumlah pengguna 7 juta.
"Pengguna ponsel Communicator yang menggunakan OS Symbian juga kami anggap sebagai smartphone user di jaringan kami," kata Head of Device Bundling and Customization Strategy Division Telkomsel, Arief Pradetya kepada detikINET di sela peresmian Windows Corner Grapari di Gandaria City, Jakarta.
Pengguna ponsel dengan OS Android sendiri hanya tercatat 2,3 juta di jaringan Telkomsel. Sedangkan pengguna smartphone dengan iOS seperti iPhone hanya 450 ribu dan Windows Phone baru 100 ribu saja.
Arief mengatakan, di jaringan Telkomsel juga masih ada 50 juta pelanggan yang masih menggunakan basic phone yang belum terkoneksi internet. Sisanya sekitar 57 jutaan adalah pengguna feature phone yang sudah data meski hanya 2G.
"Nah, 50 juta pelanggan yang masih pakai basic phone ini yang menjadi target kami supaya mereka bisa upgrade beralih ke ponsel yang sudah punya data connection ready," ujarnya.
Arief juga merinci, rata-rata pengguna smartphone ini menghabiskan penggunaan data sekitar 500 MB. Kemudian untuk tablet sekitar700-800 MB, dan modem dongle di kisaran 2 GB. Sementara, penggunaan data dari feature phone masih di bawah 50 MB per bulan.
Arief juga mengatakan, Windows Phone sebagai platform OS baru belum banyak diadopsi pelanggan Telkomsel. Alasannya bisa jadi karena ketersediaan aplikasi yang masih sedikit dan ketersediaan perangkat yang masih mahal jadi alasan rendahnya penggunaan perangkat berbasis Windows ini.
"Dari sisi harga jelas beda dengan Android yang ponselnya banyak dijual di bawah harga Rp 2 juta," katanya.
Namun Arief memprediksi pengguna perangkat berbasis Windows Phone bisa tumbuh sekitar 200%-300% dengan edukasi masyarakat. Itu sebabnya, Telkomsel pun menerima ajakan dari Microsoft untuk mendirikan Windows Corner di Grapari miliknya.
"Windows Phone tahun ini minimal bisa naik menjadi 300 ribu pengguna di Telkomsel, bahkan maksimal bisa menembus 500 ribu tahun ini," ujarnya.
Genjot Data
Dengan semakin lengkapnya portofolio smartphone yang bekerja sama dengan Telkomsel, anak usaha Telkom ini optimistis pendapatannya dari sektor data bisa semakin terkerek naik minimal 10% seiring target pelanggan data juga ditargetkan naik dari 54 juta di awal tahun menjadi 75 juta di akhir 2013 nanti.
"Untuk pendapatan layanan data di akhir tahun 2012 sekitar Rp 8 triliun, targetnya tahun ini tumbuh double digit," kata Arief.
Sementara dari sisi jumlah pelanggan Telkomsel hingga akhir tahun ditargetkan mencapai 150 juta pelanggan dari 125 juta pelanggan di awal tahun ini.
Untuk mengantisipasi lonjakan pelanggan dan penggunaan data, Telkomsel juga akan terus membangun BTS baru. Ririn Windaryani, Head of Product Marekting Telkomsel mengatakan, hingga tahun lalu pihaknya telah membangun 54.297 BTS, dengan 16.000 BTS di antaranya adalah BTS 3G.
"Tahun ini, kami menargetkan pembangunan BTS setiap bulan ada seribu BTS baru yang mayoritas adalah Node B atau BTS 3G," katanya.
Adapun, pendapatan Telkomsel tahun 2012 mencapai Rp 54,53 triliun, atau naik 12% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 48,73 triliun. Sementara, laba bersih mencapai Rp 15,72 triliun, naik 23% dari Rp 12,82 triliun di tahun 2011.
Sementara, EBITDA Telkomsel pada 2012 tercatat sebesar Rp 30,56 triliun, naik 11% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 27,55 triliun. Total aset tahun 2012 mencapai Rp 62,92 triliun, naik 7% dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 58,72 triliun.
Dari total 125 juta pelanggan Telkomsel hingga triwulan pertama 2013 ini, jumlah pelanggan yang tercatat murni menggunakan smartphone sejatinya hanya 18 juta dengan tambahan 500 ribu pengguna tablet, 700 ribu modem dongle.
BlackBerry tercatat masih mendominasi dengan angka 7,4 juta pelanggan. Sementara yang bertengger di posisi kedua justru bukan Android maupun iOS, melainkan smartphone Symbian dengan jumlah pengguna 7 juta.
"Pengguna ponsel Communicator yang menggunakan OS Symbian juga kami anggap sebagai smartphone user di jaringan kami," kata Head of Device Bundling and Customization Strategy Division Telkomsel, Arief Pradetya kepada detikINET di sela peresmian Windows Corner Grapari di Gandaria City, Jakarta.
Pengguna ponsel dengan OS Android sendiri hanya tercatat 2,3 juta di jaringan Telkomsel. Sedangkan pengguna smartphone dengan iOS seperti iPhone hanya 450 ribu dan Windows Phone baru 100 ribu saja.
Arief mengatakan, di jaringan Telkomsel juga masih ada 50 juta pelanggan yang masih menggunakan basic phone yang belum terkoneksi internet. Sisanya sekitar 57 jutaan adalah pengguna feature phone yang sudah data meski hanya 2G.
"Nah, 50 juta pelanggan yang masih pakai basic phone ini yang menjadi target kami supaya mereka bisa upgrade beralih ke ponsel yang sudah punya data connection ready," ujarnya.
Arief juga merinci, rata-rata pengguna smartphone ini menghabiskan penggunaan data sekitar 500 MB. Kemudian untuk tablet sekitar700-800 MB, dan modem dongle di kisaran 2 GB. Sementara, penggunaan data dari feature phone masih di bawah 50 MB per bulan.
Arief juga mengatakan, Windows Phone sebagai platform OS baru belum banyak diadopsi pelanggan Telkomsel. Alasannya bisa jadi karena ketersediaan aplikasi yang masih sedikit dan ketersediaan perangkat yang masih mahal jadi alasan rendahnya penggunaan perangkat berbasis Windows ini.
"Dari sisi harga jelas beda dengan Android yang ponselnya banyak dijual di bawah harga Rp 2 juta," katanya.
Namun Arief memprediksi pengguna perangkat berbasis Windows Phone bisa tumbuh sekitar 200%-300% dengan edukasi masyarakat. Itu sebabnya, Telkomsel pun menerima ajakan dari Microsoft untuk mendirikan Windows Corner di Grapari miliknya.
"Windows Phone tahun ini minimal bisa naik menjadi 300 ribu pengguna di Telkomsel, bahkan maksimal bisa menembus 500 ribu tahun ini," ujarnya.
Genjot Data
Dengan semakin lengkapnya portofolio smartphone yang bekerja sama dengan Telkomsel, anak usaha Telkom ini optimistis pendapatannya dari sektor data bisa semakin terkerek naik minimal 10% seiring target pelanggan data juga ditargetkan naik dari 54 juta di awal tahun menjadi 75 juta di akhir 2013 nanti.
"Untuk pendapatan layanan data di akhir tahun 2012 sekitar Rp 8 triliun, targetnya tahun ini tumbuh double digit," kata Arief.
Sementara dari sisi jumlah pelanggan Telkomsel hingga akhir tahun ditargetkan mencapai 150 juta pelanggan dari 125 juta pelanggan di awal tahun ini.
Untuk mengantisipasi lonjakan pelanggan dan penggunaan data, Telkomsel juga akan terus membangun BTS baru. Ririn Windaryani, Head of Product Marekting Telkomsel mengatakan, hingga tahun lalu pihaknya telah membangun 54.297 BTS, dengan 16.000 BTS di antaranya adalah BTS 3G.
"Tahun ini, kami menargetkan pembangunan BTS setiap bulan ada seribu BTS baru yang mayoritas adalah Node B atau BTS 3G," katanya.
Adapun, pendapatan Telkomsel tahun 2012 mencapai Rp 54,53 triliun, atau naik 12% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 48,73 triliun. Sementara, laba bersih mencapai Rp 15,72 triliun, naik 23% dari Rp 12,82 triliun di tahun 2011.
Sementara, EBITDA Telkomsel pada 2012 tercatat sebesar Rp 30,56 triliun, naik 11% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 27,55 triliun. Total aset tahun 2012 mencapai Rp 62,92 triliun, naik 7% dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 58,72 triliun.
No comments:
Post a Comment